Kamis, 10 Juli 2014

Hadiah Mahasiswa: Gratifikasi Seks Pemilihan Umum

Di tahun politik ini, perhatian masyarakat luas tertuju pada kontestan pemilu presiden. Pun dengan suamiku dan bapak-bapak di sekitar rumah kami. Kebetulan, suamiku, Adit (35) adalah seorang fan berat sekaligus sukwan salah seorang capres yang berlaga. Di setiap obrolannya dengan bapak-bapak tetangga, suamiku selalu mati2an membela jagoannya dan membantah isu2 miring tentang capres idolanya. Adit memang tidak terjun langsung dalam suatu partai, tapi sejak kuliah dia sudah sering diskusi dengan beberapa tokoh penggiat salah satu partai, kini walaupun sudah bekerja kantoran tapi semangat olitiknya masih sama seperti dulu. Tetangga kami pun maklum dengan pandangan politik suamiku yang spartan dibelanya.

Gara-gara suami tidak bisa menghamili

Usia 27 tahun bagi seorang wanita bukanlah usia yang muda lagi. Pada umur itu biasanya para wanita mendambakan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Suami dan anak akan melengkapi kebahagiannya. Begitupun dengan Indah, seorang wanita berjilbab yang bekerja sebagai customer service pada salah satu perusahaan swasta. Di usia 27 tahun saat ini, dia pun menginginkan hal tersebut. Terutama memiliki anak. Belum lengkap rasanya seorang wanita jika belum menjadi seorang ibu. Namun apa dikata, bayangan perkataan seorang dokter kandungan kemarin seolah menjadi pisau tajam yang menohok hatinya 

Selasa, 03 Juni 2014

Shelly Story

Hai kenalin nama ku shelly, umur ku 20 dan saat ini aku sedang berkuliah di salah satu PTN di kota M. sedikit ku ceritakan ciri-ciri fisik ku, kulit putih kecoklatan, wajah ku lumayan cantik dengan rambut ku yang terurai panjang sedikit melewati bahu, tinggi 160cm, berat 43kg, ukuran payudara ku 34C, ya tubuh ku memang mungil tetapi ukuran payudara ku sedikit terlalu besar. Tetapi bagian yang mungkin paling menarik dari tubuh ku adalah pantat ku yang menurut hampir semua mantan ku, pantat ku sangat seksi.

Aku ingin menceritakan pengalaman seks ku, bukan dengan mantan-mantan ku, melainkan dengan kakak ku sendiri atau istilahnya adalah incest.

Sabtu, 24 Mei 2014

Silent Rose


Hujan rintik masih menghiasi langit malam itu. Seolah turut mendramatisir sebuah insiden yang terjadi di sebuah kamar hotel berbintang di ibukota ini. Beberapa pria berbadan tegap mengenakan seragam polisi terlihat sibuk di dalam ruangan itu. Sesosok pria terbaring tanpa nyawa-tanpa busana diatas ranjang kamar itu. Matanya melotot dan mulutnya menganga. Seorang pria berkumis samar mendekati mayat itu.

“pria yang beruntung...”, ucap pria itu seraya melihat mayat yang tergeletak itu. Dia menoleh ketika mendengar langkah kaki mendekatinya. Seorang pemuda berumur 22an mendekatinya, rambut belah samping tanpa poninya rapi menghias kepalanya.

Cinta tak memihak

Part 1 ( Wanita paling dibenci )

Seorang gadis berjalan dengan kepala tertundung menghadapi mata-mata yang sangat rendah memandangnya. Tanpa sengaja menabrak seorang lelaki dan dengan sewot lelaki tersebut memaki gadis itu “ eehh anak maling liat-liat donk kalo jalan “. Huuuuuuuoooooooooooo dasar maling sawut beberapa orang di sekitar 2 orang yg baru saja bertabrakan.

“ Hei jika kalian masih memiliki dosa kalian tidak pantas menghina orang lain “ teriakku mengheningkan suasana sekitar. Wanita itupun dengan nada pelan mengucapkan terima kasih lalu pergi dengan kepala tertunduk. Dina seorang mahasiswi jurusan hukum, wanita yang cukup tinggi dengan rambut bergelombang diwarnai kemerahan, kulitnya kuning langsat dan berwajah cantik yang tadinya begitu popular dan dipuja terutama oleh para lelaki karena kecantikan dan kekayaan orang tuanya seketika menjadi bahan pergunjingan. Tidak lain karena dia anak seorang pejabat yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi dan sedang dalam proses peradilan.

Rabu, 30 April 2014

Awal Petualangan di 3 SMP

Ini adalah kisah awal perjalan seksku.
Aku Ayu. 
Aku mengenal seks pertamaku sejak kelas 3 SMP.

Aku memang tumbuh lebih cepat dibandingkan teman-teman sebayaku.
Di SMP kelas 3, aku sudah mencapai tinggi 160cm.
Termasuk tinggi dibandingkan teman-temanku yang lain, 
bahkan melebihi tinggi cukup banyak anak laki-laki.

Buah dadaku juga sudah cukup menonjol.
Aku sudah tidak memakai mini set lagi, tetapi sudah memakai BH.
Ukurannya 34B. 
Akupun juga sudah mulai tertarik dengan lawan jenis.
Ingin sekali punya pacar.

Senin, 17 Maret 2014

Sayang... Ini Hanya Sebuah Permainan..

“Gilaa,, dah miring otak ni orang,,,”

Dalam hati Arga mengumpat mendengar usul yang ditawarkan oleh Dako, usul gila yang dengan cepat disetujui oleh atasannya Pak Prabu, dan kedua teman yang juga memegang jabatan manager seperti dirinya.

Hari itu, Kantor Arga menerima kunjungan pimpinan pusat yang menetapkan kantornya sebagai cabang perusahaan dengan kinerja terbaik, memberikan bonus liburan dan berhak untuk menggunakan cottage milik perusahaan yang ada disalah satu pesisir pulau jawa.

Rabu, 05 Maret 2014

amel's anal


Amel berjalan melewati perlahan ke sebuah bar, melewati remangnya suasana tempat ini dia sadar jika saat ini yang dia butuhkan hanya satu..


MABUK!

Dia memilih sebuah bangku tanpa penghuni di ujung bar. Dia menatap botol berkilau yang menawarkan kenyamanan instan untuknya, amel tersenyum ketika sang bartender mendekat. Sambil memainkan rambutnya yang indah dengan jarinya yang lentik. Bartender itu tersenyum menatapnya, amel pun tersenyum kembali , mata cokelat indahnnya membalas kembali tatapan sang bartender .

“Malam kak, ada yang bisa saya bantu?“ tanya bartender.
“Ehh,kok kakak sih? Panggil aja aku amel yah..” jawab amel sambil menjulurkan tangannya.
“Oh,iya kak.. ehh, amel maksudnya hahaha, aku Parda. Mau pesan minuman mel?”

“Hmm , apa yaa.. Jack Daniels aja ya, on ice please..”

“Oke.. Jack Daniels on ice coming up..” jawab parda yang langsung menyiapkan minuman yang dipesan.

Riri, kegilaan dengan sahabatku aka eksib di kolam renang (cerita ke 3)

Beberapa hari berlalu sejak kejadian antara aku dan kedua bocah tanggung itu. Aris sudah kembali ke kampungnya karena sudah harus kembali masuk sekolah. Kadang aku kangen juga dengan perlakuan mereka yang mesum itu padaku. Wawan sempat meminta no handphoneku saat hendak mau keluar dari rumah ketika itu, karena dia memaksa aku beri saja. Tentu saja dia gunakan nomorku untuk dapat menghubungiku bila dia kangen denganku, mungkin dia onani sambil ngebayangin dan mendengarkan suaraku, hihi :p . Sering juga dia malah seenaknya minta isikan pulsa seperti sms mama minta pulsa yang sedang trend. Bahkan kalau pulsanya sedang tipis dia sms aku menyuruh aku yang menelponnya. 

Beberapa kali datang sms yang entah dari siapa yang berisi kata-kata kotor padaku, seperti mengajak aku ngentot, minta di sepongin dan macam-macam, sepertinya si Wawan seenaknya memberikan nomorku pada orang lain. Ku biarkan saja sms-sms kurang ajar itu, kadang kalau aku iseng aku balas nantangin. “Sini.. kalau berani samperin ke rumah kalau pengen ngentotin riri, tapi berhadapan dulu sama satpam komplek dan papa riri” balasku. Sepertinya mereka cuma berani lewat sms saja karena tidak ada balasan lagi setelah itu. Sampai saat ini aku memang belum bisa menghilangkan sifat eksibisionisku, menyenangkan sekali menggoda para pria sampai mupeng terhadap diriku walaupun kadang berakhir dengan beberapa aktifitas mesum seperti yang pernah terjadi saat aku di villa dan di rumahku dengan kedua bocah mesum itu. Si Wawan bocah jalanan itu bahkan tidak tahan untuk mengulang perbuatannya itu padaku, yah.. terpaksa aku turutin (Akan aku ceritakan di kesempatan yang lain kalau sempat.. hihi)

Riri, eksib pertama

Kembali lagi denganku Riri. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku yang lain, tepatnya pengalaman pertamaku ber-exsib ria tapi penuh kemesuman. Agak cukup lama sih, tepatnya saat aku masih kelas 2 SMA waktu masih umur 16 tahun, lagi imut-imutnya deh pokoknya :p Waktu itu aku tahu sih apa itu exsibisionis, tapi aku tidak berminat melakukannya, karena jijik dan seperti murahan sekali rasanya menunjukkan aurat terang-terangan ke orang-orang, apalagi yang gak dikenal. 

Sebagai gadis cantik dan riang, tentu saja aku tidak susah dalam bergaul dan mencari teman, jadi gak heran aku punya banyak teman baik cewek atau cowok. Apalagi kata teman-teman aku termasuk salah satu cewek tercantik di sekolah hehe.. Tidak heran banyak cowok yang mengejarku termasuk para senior. Baik yang tampangnya cakep anak gedongan sampai yang mukanya gak lolos uji ITB IPB juga ikut-ikutan mengejarku.

riri exhib dgn ponakan pembantu

Sebulan sudah sejak kejadian mesum di Villa bersama pak Slamet (baca : Riri eksib di Villa). Hari-hariku berjalan normal kembali seperti biasanya. Hubunganku dengan Andi pacarku juga masih langgeng, sepertinya kejadian di Villa itu tidak terlalu mempengaruhinya. Sekarang aku lagi disibukkan oleh banyaknya tugas-tugas yang diberikan oleh dosen-dosenku, cukup membuat aku stress dan frustasi. Kadang timbul keinginanku untuk kembali ber exibisionis ria. Sebagai anak kuliahan, aku menghabiskan waktuku di rumah saja. Tidak seperti anak-anak gedongan Jakarta lain yang suka kelayapan dan hura-hura. Kedua orangtuaku sibuk bekerja, mereka baru pulang sore ataupun malam hari sehingga kalau siang hari hanya berdua saja dengan pembantuku mbok Surti.

Sehari-hari kalau di rumah aku hanya memakai celana pendek ketat dan kaos saja. Seperti hari ini, aku mengenakan kaos basket warna merah longgar tanpa lengan dengan belahan dada rendah. Bawahannya hanya mengenakan celana putih pendek yang panjangnya hanya beberapa senti dari pangkal selangkanganku. Hari ini juga aku sedang sibuk di kamar mengerjakan tugas-tugas kuliahku, bete banget karena gak selesai-selesai. Akupun istirahat sejenak keluar dari kamarku yang di lantai atas menuju dapur untuk mendapatkan sesuatu untuk dimakan atau diminum. Ketika sampai di dapur ku lihat ada seorang bocah yang umurnya kira-kira masih 14 tahun. Akupun heran dia datang darimana sehingga akupun bertanya padanya.

riri exhib di vila

Perkenalkan, namaku Riri, umurku bulan ini 18 tahun. Aku masih semester 1 di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, jadi masih banyak waktu main-main dan happy-happy bareng teman-teman . Kalau dari fisik sih aku tergolong cakep (pede XD) dengan wajah cantik, imut, rambut panjang sebahu, ukuran buah dada yang cukup gede juga menggemaskan, dibarengi kulit putih mulus tanpa cacat dan tubuh gak kurus-kurus amat ataupun gemuk-gemuk amat alias montok, pokoknya nafsuin deh kalau dipandang lelaki, bayangin aja sendiri.. 
Kalau dari segi sifat sih aku orangnya baik, ramah dan gak nakal-nakal amat cuma sedikit exibisionis aja. Aku juga masih perawan. Sejauh ini kalau riri pacaran cuma pegang-pegangan aja, kadang cium-ciuman dan grepe-grepean sambil berbugil ria kalau si dianya udah gak tahan amat , tapi tetap gak ada acara masuk-masukan karena menjaga perawan untuk suami tetap prinsip bagiku (ceileeehh...) sekian intronya, masuk ke cerita.


Rabu, 26 Februari 2014

Yang Terlupakan

Sepasang mata itu kini kembali berada dihadapanku, sepasang mata yg sungguh tak asing lagi bagiku, sepasang mata yg sekitar 12 tahun lalu begitu akrab denganku, sepasang mata yg dulu begitu menaruh harapan besar bagiku, sepasang mata yg dulu begitu berbinar.

Tapi tidak dengan yg ada dihadapanku saat ini, sepasang mata yg sama, namun dengan tatapan yg berbeda. tatapan yg menggambarkan suatu kepasrahan, keletihan dan kekecewaan. Sorot mata yg dulu selalu membuatku berbunga-bunga, kini justru membuatku gelisah. sorotan mata itu kini seolah sedang menghakimiku.

“ Mengapa dulu kamu menolak permintaanku hen? Mengapa kamu justru menghindar..? ” mulai berkata bibirnya, bibir yg dulu selalu membuatku gemas untuk melumatnya, kini dibaluri dengan lipstick, walaupun tidak terlalu tebal, mungkin hanya sekedar untuk membuatnya agar tidak terlihat terlalu pucat.

Kamis, 16 Januari 2014

ini hanya permainan

Sekitar satu minggu yang lalu isteriku, Dayu dan aku diundang hadir ke sebuah beach resort bersama dengan rekan-rekan kerjanya. Isteriku bekerja pada bagian marketing di sebuah perusahaan besar yang sangat sukses beberapa tahun belakangan, dan hal tersebut berimbas pada kesejahteraan karyawannya yang semakin naik dan beberapa bonus juga, salah satunya adalah perjalanan ke resort kali ini. 

Aku sangat bergairah untuk pergi, meskipun dia merasa khawatir bertemu dengan rekan-rekan kerja isteriku. Kantor Dayu bekerja sangatlah berkultur informal, dan kadang Dayu cerita padaku tentang semua godaan dan cubitan yang berlangsung selama jam kerja. Aku bekerja pada sebuah firma hukum, yang sangat disiplin dan professional, dan bercanda apalagi saling goda merupakan hal yang tak bisa ditolerir dalam perusahaan. Dan hal itu mempengaruhi sikap dan perilakuku dalam keseharian, aku menjadi seorang yang tegas dan formal. 

Rabu, 01 Januari 2014

Salah Sangka

"Hey, penyanyi dangdutnya jangan dicolek!" Mas Alim menegurku.

"Sorry, Mas. Abis nafsu sih. Field job berminggu-minggu nggak ketemu istri begini... berasep juga deh pala," aku beralasan.

"Iya, aku ngerti. Tapi jangan ama si Neneng, dia nggak bersih, lagian nggak cantik juga." Mas Alim menasehati lagi. Lalu dia berbisik, "Ssst, kalo emang udah nggak tahan, ada kok solusinya," begitu dia bilang.

Lorong Cinta

“STAY OUT of MY ROOM” tulisan ini yang kupandang tiap pagi ketika kubuka mata dari tidur lelapku semalam. Jika kamu melihat sekeliling akan nampak ruangan yang tidak begitu rapih, dipan dari kayu jati dan almari tua yang engsel pintunya sudah hilang entah kemana yang menjadi saksi bisu hari-hari ku di kamar kos ini. Keterbatasan dana membuatku harus rela tidur di tempat yang lebih pantas disebut sarang tikus daripada kamar seorang mahasiswa jurusan kedokteran salah satu universitas negri tersohor di Semarang.


Memang benar kata orang-orang, “kamu akan lebih cepat sukses kalau orang tua mu juga orang yang sukses” namun bagiku sukses bukan sebuah takdir, bukan juga sebuah kutukan, melainkan buah matang dari hasil jerih payah yang akan terasa segar menghapus dahaga jika kita telaten menanamnya.

Memenuhi Nafsu istri

Namaku Iyan biasa dipanggil iyan, aku tinggal di tengah-tengah kota Jakarta, saat ini pekerjaanku adalah seorang IT pada beebrapa perusahaan di Jakarta, bandung dan Semarang. Usiaku saat ini 29 tahun, karena pekerjaanku sebagai wiraswasta di luar kota kota Jakarta, aku sering sekali berpergian keluar kota. Bahkan terkadang aku hanya satu atau dua hari tinggal di rumahku di daerah Rawamangun Jakarta Timur. Istriku bernama “Nur” usianya 25 tahun lulusan salah satu universitas swasta di Jakarta. Alhamdulilah aku dikarunia seorang putera yang sedang lucu-lucunya bernama “firman” dengan usia 1,5 tahun. Ditengah kesibukanku yang teramat sangat itulah aku sering kali tidak bisa memenuhi hasrat biologis istriku.

Rabu, 18 September 2013

Selingkuh Tak Tertahankan


Ana meletakkan bayinya di atas boks, lalu dia sendiri rebah di atas sofa di ruang tengah, merasa agak sedikit kelelahan. Suaminya, Roy, bilang padanya kalau ada seorang sahabat lamanya yang akan datang dan menginap di akhir pekan ini, jadi disamping mengurus bayinya, dia mempunyai sebuah pekerjaan tambahan lagi, menyiapkan kamar tamu untuk menyambut tamu suaminya itu. Pikirannya melayang pada sang tamu, sahabat suaminya yang akan datang nanti, Jodi.

Sahabat istriku

Yang ingin aku ceritakan pada adalah pengalaman ML dengan teman istriku. Pernikahan kami berdua sangat bahagia, jarang seumuran kami sudah berkelurga.menikah pada usia muda mungkin bukan rencana ku dan istriku.Tapi Tuhan sudah berkehendak lain inilah jalan yang harus kulalui. Sungguh bahagia menyambut datangnya hari itu,peristiwa indah yang terukir dalam sebuah cinta.Tidak lama kemudian kamipun dikaruniai bayi mungil yang akan menambah kehagiaan rumah tangga.Hari demi hari kulalui tanpa terasa anak ku semakin besar dan usiakupun juga semakin bertambah,perbedaan prinsip,ego ternyata sudah bisa kami kendalikan dan atasi hinga keluarga kami selalu terpisah dari kata bertengkar.

Jumat, 06 September 2013

Kita cari surga masing2

20 Mei 2009


There's a man with a friendly plea
Who drink cofee rather than tea
I've been listen to his prophercy
And I don't need another

He smoke super fine clove cigarette

There's a man fight for demand where I could never win a game
My first to protect my hugs to attack
How could you tell me whose to blame?

World is full of amateur
Their is acting like a pro
If I could talk like a holyman
Can I be the cannonist to??

Super fine clove cigarette...